Rapat Koordinasi Serap Gabah oleh Bulog di Provinsi Kaltim
Rapat Koordinasi Serap Gabah yang digelar di Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur di Samarinda pada 3 Februari 2026 menjadi momentum penyamaan langkah antara Perum Bulog, pemerintah daerah, TNI-Polri, dan para pemangku kepentingan dalam mendukung penyerapan gabah, beras, dan jagung tahun 2026 di wilayah Kaltim-Kaltara. Dalam forum yang dihadiri Kepala Bulog Kanwil Kaltim-Kaltara Musazdin Said, jajaran Korem dan Kodim, Dinas Pangan, Dinas Pertanian, serta unsur penyuluh pertanian ini, dipaparkan penugasan nasional Bulog untuk pengadaan Cadangan Beras Pemerintah 4 juta ton setara beras, Cadangan Jagung Pemerintah 1 juta ton, serta target pengadaan PSO di Kaltim-Kaltara sebesar 23.122 ton GKP atau setara 12.253 ton beras.
Dalam paparannya, Bulog menyoroti capaian penyerapan tahun 2025 yang berhasil melampaui target untuk gabah namun masih menghadapi kendala serius pada aspek mutu dan rendemen, mulai dari keterbatasan sarana pascapanen, kualitas gabah yang beragam, hingga praktik panen yang belum tepat waktu. Regulasi terbaru Badan Pangan Nasional yang menetapkan HPP GKP Rp6.500 per kilogram di tingkat petani, HPP beras Rp12.000 per kilogram di gudang Bulog, serta pengaturan pembelian jagung pipil kering dengan batas kadar air dan aflatoksin yang ketat, menjadi rujukan teknis utama dalam pola serap gabah dan jagung tahun 2026. Skema Tim Jemput Pangan yang melibatkan Bulog, TNI, Polri, dan penyuluh pertanian ditempatkan sebagai ujung tombak pengadaan di tingkat petani, poktan, dan gapoktan melalui mekanisme pembelian langsung disertai kelengkapan dokumen seperti Surat Pernyataan GKP Usia Panen dan input data pada aplikasi SERGAB.
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Kaltim memaknai rakor ini sebagai ruang penguatan peran strategis dalam mendukung peningkatan kualitas dan keterlacakan komoditas pangan di tingkat lapangan. Melalui penguatan penyuluhan dan pendampingan teknis, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Kaltim berkomitmen membantu perbaikan budidaya, manajemen panen dan pascapanen, serta pengelolaan kadar air dan mutu gabah serta jagung agar memenuhi standar yang ditetapkan Bapanas dan Bulog. Sinergi data prognosa produksi dengan kalender tanam dan panen, serta koordinasi berkelanjutan dengan pemerintah daerah, Bulog, dan mitra penggilingan diharapkan mampu memastikan potensi panen petani di Kaltim-Kaltara lebih optimal terserap sebagai cadangan pangan pemerintah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.